Pages

Hidup atau akan Redup

Hidup atau Redup ?

Dunia yang telah tuhan ciptakan telah berkembang berbeda ketika semua mahluk khusunya manusia di dunia ini diberi tanggung jawab untuk merawat dan menjaga apa yang telah diberikan tuhannya. Ketika waktu terus berlalu hingga tidak terasa bahwa anak-anak yang telah lahir dan tercipta akan menjadi penerus bagi kedua orang tuanya, sampai saatnya tiba anak tersebut tumbuh dewasa, pilihannya hanya dua apakah akan menjadi mahluk yang berguna atau menjadi mahluk yang tidak disukai kebanyakan orang, tetapi tentu masa depan merupakan hal yang tidak akan pernah kita tahu.


Dunia yang seharusnya tempat berkumpulnya orang-orang baik dan penuh kasih malah akan terus memburuk jika manusia yang ada terus berlaku tidak seharusnya, berlaku kasar, arogan dan tidak menghargai sesamanya merupakan bukan ciri manusia yang punya hati dan perasaan. Rasa takut yang hilang akan sang pencipta menjadi salah satu penyebab tidak tahu dirinya manusia seperti itu, ketika jujur diangga menyinggung, salah dianggan terarah dan cara yang benar dianggap cara yang rumit adalah tanda bahwa kita seharusnya meminta pertolongan kepada yang maha besar, bukan kepada manusia itu sendiri.



Ketentuan yang telah dibuat oleh penguasa di dunia selalu beranggapan bahwa demi kebaikan dunia ini dan semua orang yang ada di dalamnya. Jalan yang benar tidak akan pernah tertutup jika terdapat manusia yang benar di dalamnya, peradaban paling rumit sekalipun akan selalu terdapat jalan yang benar untuk kita semuanya tempuh, selamatnya dari dunia yang penuh dengan ketidakpastian merupakan pilihan kita sendiri.
Lalu sampai kapan dunia kita yang seharusnya dirawat harus terus dilukai dan dicemari, orang aktif dan baik harus terus bersinergi melakukan tindakan yang dapat menyembuhkan dunia ini, walapun tindakan yang sekecil-kecilnya, tindakan lebih rasional dari apapun, tindakan lebih berdampak nyata, karena berpikir saja tidak akan menyelesaikan masalah (Bersambung)...

Negeriandri

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Subscribe for free :)
Enter your email address to subscribe to this
blog & silahkan komentar dengan baik :)