Kewirausahaan
MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI
Manajemen
keuangan pribadi adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya (money) dari unit individual /
rumah tangga. Seorang wirausaha harus mampu memanfaatkan uang Wirausaha untuk kehidupan yang
menyadarkan diri bahwa pola kehidupan yang sederhana dan tidak boros.
Pemborosan akan mengurangi kemampuan untuk memberdayakan potensi Wirausaha dalam
membantu peningkatan keuangan pribadi Wirausaha, dan juga akan menciptakan dampak
negatif di dalam usahanya. Semakin seorang Wirausaha mampu memberdayakan potensi
dirinya bersama
sumber daya keuangan Wirausaha , maka semakin lancar dan kuat
usahanya. Mengelola
keuangan pribada tidaklah mudah diaplikasikan karena terdapat beberapa langkah sistematis yang
harus diikuti. Namun dengan mengetahui manajemen keuangan pribadi, merupakan
langkah awal untuk aplikasi yang tepat ketika mengelola uang pribadi.
Manajemen
keuangan pribadi menuntut adanya pola hidup yang memiliki prioritas. Prinsip kekuatan dari prioritas
berpengaruh juga pada tingkat kedisiplinan seseorang ketika mengelola. Prioritas akan
mendorong wirausaha untuk membahas tentang kedisiplinan yang merupakan kesadaran
diri untuk mematuhi aturan serta kemampuan diri untuk menyesuaikan dirinya
dengan perubahan, maka secara eksplisit telah menyentuh kontrol diri (self control).
Senduk (2004),
bahwa manajemen keuangan pribadi meliputi keputusan tentang:
1. Membeli
dan memiliki sebanyak mungkin harta produktif. Caranya dengan tentukan harta
produktif yang ingin dimiliki, tulis pos-pos harta produktif yang anda inginkan
tersebut di kolom harta produktif, segera setelah mendapatkan gaji,
prioritaskan untuk memiliki pos-pos harta produktif sebelum membayar
pengeluaran yang lain. kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta
produktif tersebut
2. Atur
pengeluaran anda. Caranya usahakan kalau perlu sedikit lebih keras pada diri
untuk tidak mengalami defisit karena defisit adalah sumber semua masalah besar
yang mungkin muncul di masa mendatang. Prioritaskan pembayaran cicilan utang,
lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup. Pelajari cara mengeluarkan uang
secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.
3. Hati-hati
dengan utang. Caranya ketahui kapan sebaiknya berutang dan kapan tidak
berutang. Kuasai tip yang diperlukan jika ingin mengambil utang atau membeli
barang secara kredit. Kuasai tip yang diperlukan bila pada saat ini terlanjur
memiliki utang.
4. Sisihkan
untuk masa depan. Caranya ambil kertas dan tulis pos pengeluaran yang perlu
dipersiapkan untuk masa yang akan datang. Untuk masing-masing pos pengeluaran,
tulis alternatif yang akan ditempuh untuk dapat mempersiapkan dananya. Sisihkan
gaji dan bonus-bonus mulai dari sekarang untuk mempersiapkannya.
5. Miliki
proteksi. Caranya miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan,
atau asuransi kerugian. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek
kalau kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau
uang pesangon sangat kecil. Miliki sumber penghasilan lain di luar gaji secara
terus?menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji yang sewaktu-waktu
dapat saja terancam berhenti.Atas dasar uraian tersebut, maka seorang wirausaha
harus memahami apa yang dibutuhkan dan bagaimana mengelola keuangannya. Berikut
adalah aktifitas untuk membuat mahasiswa memahami pentingnya arti keuangan bagi dirinya dan keluarga.
Orang
rata-rata melihat dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan
pengeluarannya; sedangkan ORANG SUKSES melihat dari sisi pengeluarannya, lalu
meningkatkan pendapatannya.
–
Robert T Kiyosaki –
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Subscribe for free :)
Enter your email address to subscribe to this
blog & silahkan komentar dengan baik :)